
Makassar, 29 Mei 2025 – Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menjadi pusat perhatian dalam upaya kaderisasi ulama muda Muhammadiyah dengan menghadirkan KH. Cecep Taufikurrohman, MA., Ph.D., dalam acara kuliah tamu bertajuk “Peran Program PUPM dan PUTM sebagai Wadah Kaderisasi Ulama di Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah.” Acara yang diselenggarakan di Masjid Subulussalam Al-Khoory Unismuh Makassar ini juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi pimpinan pesantren Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, menandakan sinergi strategis antara perguruan tinggi dan jaringan pesantren Muhammadiyah.
KH. Cecep Taufikurrohman, dosen Universitas Muhammadiyah Bandung sekaligus Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadir sebagai narasumber utama. Lulusan S2 dan S3 Universitas Al-Azhar Kairo ini berbagi pengalaman perjuangan akademiknya yang penuh ketekunan dan pengorbanan. Beliau menekankan pentingnya keunggulan tambahan seperti penguasaan bahasa Arab dan ilmu ushul fikih sebagai pembeda antara sarjana biasa dan sarjana unggul yang mampu bersaing di dunia profesional maupun dakwah.
Peran Mahad Al-Birr sebagai Pilot Project Nasional
Dalam pemaparannya, KH. Cecep menyampaikan bahwa Program Pendidikan Ulama Profesional Muhammadiyah (PUPM) yang dijalankan Mahad Al-Birr merupakan program perintis skala nasional. Mahad ini menjadi wahana pembentukan kader ulama Muhammadiyah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga kuat dalam hafalan Al-Qur’an, bahasa Arab, dan karakter kepemimpinan Islam. “Mahad Al-Birr bukan hanya tempat tinggal mahasiswa, tapi tempat pembentukan insan unggul yang akan membawa misi besar Muhammadiyah ke masa depan,” ujarnya.
Salah satu mahasiswi PUPM Mahad Al-Birr turut memaparkan rutinitas intensif di asrama. Mulai dari pembinaan bahasa Arab dan Inggris, hafalan Al-Qur’an, pelatihan dakwah, hingga kompetisi peningkatan karakter, menjadi bagian dari pembinaan harian yang mengintegrasikan aspek akademik dan spiritual. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk unggul secara menyeluruh, termasuk dalam kesiapan menjadi tokoh agama, pemimpin masyarakat, hingga profesional di berbagai bidang.
Motivasi, Keteladanan, dan Ketangguhan
KH. Cecep menginspirasi para mahasiswa dengan kisah perjuangannya saat studi di Al-Azhar, termasuk pengalaman pahit saat tetap mengikuti ujian meski menerima kabar wafatnya sang ayah. Mentalitas “ayam kampung” yang mandiri dan tangguh menjadi filosofi yang ia wariskan kepada mahasiswa, berbeda dari sikap “ayam negeri” yang hanya mengandalkan kenyamanan. Menurutnya, Al-Azhar menjadi pilihan tepat karena keilmuannya yang luas dan terbuka terhadap semua mazhab pemikiran Islam, menjadikannya ladang ilmu yang kaya untuk calon ulama.
Melalui kuliah tamu ini, Mahad Al-Birr semakin mempertegas perannya sebagai kawah candradimuka lahirnya kader ulama Muhammadiyah yang kompeten, berwawasan global, dan berjiwa dakwah. KH. Cecep menegaskan bahwa mahasiswa harus memanfaatkan setiap peluang sebaik-baiknya, sebab kesempatan tidak akan datang dua kali. Kuliah ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi mahasiswa dalam menggali ilmu dan mempersiapkan masa depan mereka sebagai pelopor umat.
Dokumentasi Acara
📍 Masjid Subulussalam Al-Khoory, Universitas Muhammadiyah Makassar
📆 29 Mei 2025 / 2 Dzulhijjah 1446 H
🎙️ Pemateri: KH. Cecep Taufikurrohman, MA., Ph.D.
📌 Tema: Peran Program PUPM dan PUTM sebagai Wadah Kaderisasi Ulama di PTMA
Link Video: https://www.youtube.com/live/k2oNWVEMrGk