Mahad Albirr Universitas Muhammadiyah Makassar

MA'HAD AL-BIRR

MAKASSAR — Dua asesor nasional, Dr. Ahmad Royani (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Dr. Bambang Irawan, LCMED (UIN Kiai Haji Ahmad Siddiq Jember), melakukan kunjungan lapangan ke Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rabu (14/8). Kunjungan ini dalam rangka proses akreditasi yang menyoroti inovasi pembelajaran dan pengembangan program. Kedua asesor tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga rekomendasi strategis untuk memperkuat posisi Unismuh sebagai pusat pendidikan bahasa Arab terdepan di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Ahmad Royani dan Dr. Bambang Irawan menyempatkan diri untuk melakukan wawancara eksklusif dalam program PodTalk di Radio Insania FM Makassar yang berbasis di dalam kampus Ma’had Al-Birr. *) Salah satu sorotan utamanya adalah penggunaan aplikasi Learning Management System (LMS) Alimni Al-Arabiyah . Aplikasi ini memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan penutur asli bahasa Arab melalui fitur video call , diskusi virtual, dan micro-teaching . Menurut Dr. Bambang Irawan, inovasi ini merupakan “pioner dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia” karena tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga budaya Arab secara alami.

“Mahasiswa tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga merasakan energi positif dari penggunaan bahasa secara natural, seperti anak kecil yang belajar bahasa ibu,” ujarnya. Ia menambahkan, interaksi langsung dengan penutur asli memudahkan transfer budaya dan mempercepat penguasaan bahasa. “Efek psikologisnya luar biasa. Mahasiswa menjadi lebih percaya diri dan enjoy dalam belajar,” tambahnya. Dr. Ahmad Royani menegaskan, aplikasi ini membuktikan bahwa Unismuh tidak sekadar mengikuti tren digitalisasi, tetapi benar-benar memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Ini bukti bahwa Unismuh serius menjadikan PBA sebagai program studi yang kompetitif di era global,” katanya.

Dr. Ahmad Royani, yang baru pertama kali mengunjungi Makassar, mengaku kagum dengan semangat akademik di Unismuh. Ia menyebut kampus ini sebagai “mercusuar pendidikan bahasa Arab di level nasional”. Hal ini dibuktikan dengan keberanian mahasiswa dari luar Sulawesi, seperti Jawa, untuk kuliah di Makassar. “Jika dulu orang Jawa lebih memilih kampus di Pulau Jawa, sekarang mereka rela jauh-jauh ke Makassar. Ini membuktikan bahwa Unismuh mampu bersaing dengan kampus ternama di Jawa,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Bambang Irawan, yang sebelumnya pernah bertugas di Manado, membandingkan dinamika kedua kota. “Manado lebih alami dengan pemandangan laut dan budaya yang khas, sementara Makassar adalah kota besar dengan infrastruktur pendidikan yang mapan. Kehadiran Ma’had Al-Birr sebagai mitra Unismuh juga memperkuat ekosistem pembelajaran bahasa Arab yang holistik,” ujarnya.

Meski memberikan pujian, kedua asesor menekankan pentingnya persiapan dokumen akreditasi yang matang. Dr. Bambang menjelaskan, banyak kampus terkadang terlambat menyusun rekam jejak digital dan fisik. “Persiapan harus dimulai sejak 4 tahun sebelum akreditasi. Semua data, mulai dari kurikulum hingga kegiatan mahasiswa, harus terdokumentasi dengan baik,” sarannya. Dr. Ahmad menambahkan, Unismuh perlu mempertahankan inovasi dan menjadikan PBA sebagai pilot project bagi kampus swasta dan Muhammadiyah di Indonesia. “Kolaborasi dengan Ma’had Al-Birr juga harus diperkuat, terutama dalam mengintegrasikan pembelajaran bahasa Arab dengan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Dr. Ahmad Royani berharap, keberhasilan PBA Unismuh bisa menginspirasi kampus lain. “Jika semua program studi serius berinovasi, Indonesia bisa menjadi pusat studi bahasa Arab di Asia Tenggara,” katanya. Sementara Dr. Bambang menekankan pentingnya adaptasi teknologi tanpa meninggalkan esensi pendidikan. “Aplikasi seperti Alimni Al-Arabiyah harus terus diperbarui, tetapi jangan lupa bahwa inti pembelajaran adalah interaksi manusia yang tulus,” pesannya.

Kunjungan asesor nasional ini tidak hanya menjadi momen evaluasi, tetapi juga pemantik semangat bagi Unismuh untuk terus berinovasi. Unismuh menyambut baik masukan dari para asesor. “Kami akan segera membentuk tim khusus untuk menyempurnakan dokumen akreditasi dan memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga internasional.” Dengan dukungan penuh dari Ma’had Al-Birr dan komitmen kampus, PBA Unismuh diyakini mampu menjadi rujukan nasional dalam pendidikan bahasa Arab. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, siap bersaing dalam kancah pendidikan tinggi Indonesia.

*) Wawancara selengkapnya bisa disimak di: https://insaniafm.com/merajut-masa-depan-pendidikan-bahasa-arab/