Mahad Albirr Universitas Muhammadiyah Makassar

MA'HAD AL-BIRR

Masjid Sabulussalam Al-Khoory Unismuh Makassar kembali menjadi saksi semaraknya semangat keilmuan dalam kegiatan Pengajian Subuh yang digelar pada hari Jumat, 03 Dzulhijjah 1446 H (30 Mei 2025 M). Kegiatan yang dimulai selepas salat subuh ini menghadirkan Dr. Ghoffar Ismail, S.Ag., M.A., sebagai narasumber utama, serta dimoderatori oleh Siti Chaerani Djaya, S.Sos., M.Pd. Dengan tema “Identitas Ulama Tarjih; Perspektif Bayani, Burhani, dan Irfani”. Pengajian ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar, baik putra maupun putri, yang terlihat antusias menyimak, mencatat, dan terlibat aktif dalam suasana ilmiah yang khusyuk dan penuh keteduhan.

Dalam penyampaiannya, Dr. Ghoffar menekankan bahwa ulama tarjih ideal harus memiliki karakteristik utuh dalam tiga dimensi pemikiran:

  1. Bayani, yaitu penguasaan mendalam terhadap ilmu keislaman seperti Ushul Fiqih, Ulumul Qur’an, dan Ulumul Hadis, serta keterlibatan dalam disiplin ilmu umum seperti matematika, sosiologi, dan ilmu alam. Ulama tidak boleh lepas dari tradisi keilmuan klasik maupun modern.
  2. Burhani, yaitu kemampuan analitis dan logis yang didukung oleh penguasaan alat bantu ilmu seperti bahasa Arab dan Inggris, logika (mantiq), filsafat, dan metodologi penelitian. Ini menjadi syarat mutlak agar ulama dapat berpikir kritis dan argumentatif.
  3. Irfani, yang menuntut kesalihan pribadi, keteladanan spiritual, serta keterlibatan sosial. Ulama tidak hanya cakap dalam wacana, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat, mengabdi dan memimpin dengan integritas moral yang tinggi.

 

Suasana pengajian tidak hanya memperlihatkan kekhidmatan spiritual, tetapi juga semangat keilmuan khas kader Muhammadiyah yang berpijak pada akal, wahyu, dan nurani.